Giat “Kampung Donor” di Parittiga Sukses Kumpulkan Puluhan Kantong Darah, PMI Tekankan Pentingnya Dukungan Pemda

PMIBABEL, BANGKA BARAT– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Bumi Sejiran Setason.

Melalui kerja sama rutin dengan Puskesmas Sekar Biru, PMI Babar menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Giat“Kampung Donor” pada Senin (11/05/2025).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berhasil menjaring antusiasme dari berbagai elemen masyarakat. Terbukti, sebanyak 26 kantong darah berhasil terkumpul dari warga Kecamatan Parittiga, pegawai Puskesmas Sekar Biru, pegawai Kantor Camat Parittiga, hingga personil Batalion TP 946/Depati Menumbing.

Kepala Puskesmas Sekar Biru, Eko Sujana, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang telah terjalin setiap tiga bulan sekali ini. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan bentuk nyata solidaritas.

“Kegiatan hari ini adalah wujud kepedulian pribadi kita semua untuk membantu sesama. Kami berharap donor darah menjadi budaya positif di masyarakat dan ke depannya dapat melibatkan sektor yang lebih luas agar hasilnya lebih maksimal,” ujar Eko Sujana.

Keberhasilan di Puskesmas Sekar Biru merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi serupa yang masif dilakukan PMI Bangka Barat di bulan Mei. Sebelumnya, pada 2 Mei 2026, kerja sama dengan Gereja Gepekris Parittiga berhasil mengumpulkan 42 kantong darah.

Tak berhenti di situ, pada 4 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, PMI bersama Badan Kesbangpol Bangka Barat juga berhasil mengumpulkan 5 kantong darah di area parkir kantor Bupati.

Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor yang telah menyumbangkan darahnya secara ikhlas.

“Setetes darah yang disumbangkan memiliki makna besar bagi kelangsungan hidup orang lain. Saya sangat mengapresiasi masyarakat di Kecamatan Parittiga dan para pegawai di lingkungan Pemda yang telah berpartisipasi,” ungkap dr. Yovita.

Lebih lanjut, dr. Yovita menjelaskan bahwa donor darah memberikan manfaat ganda. Selain menyelamatkan nyawa penerima, pendonor juga mendapatkan manfaat kesehatan seperti berkurangnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Meskipun menghadapi tantangan dari sisi keterbatasan biaya serta sarana dan prasarana, dr. Yovita menegaskan bahwa PMI Bangka Barat akan terus berupaya maksimal menjalankan tugas dan fungsinya. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat luas.

“Dukungan semua pihak sangat kami butuhkan agar PMI dapat terus memberikan layanan terbaik. Semoga aksi nyata di Bangka Barat ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus peduli dan berbagi,” tutupnya.

Penulis               : Bid. Kominfo PMI Babar

Foto                   : Bid. Kominfo PMI Babar

Editor                 : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *