
PMIBABEL, PANGKALPINANG (15/6/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Pangkalpinang menggandeng PLTU Bangka dan PLTU Belitung menggelar aksi kemanusiaan.
Kolaborasi itu mewujud dalam kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis yang dipusatkan di Markas PMI Provinsi Babel, Jalan Mentok, Pangkalpinang, Senin (15/6/2026).

Aksi sosial itu mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat luas dan para karyawan. Sejak pagi, para peserta tampak memadati lokasi untuk mendonorkan darah serta memeriksakan kesehatan mereka sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
Dari sinergi PMI Babel dan PLTU Air Anyir, dalam sehari total 179 orang yang mendaftar sebagai calon pendonor, tim medis berhasil mengumpulkan sebanyak 132 kantong darah yang memenuhi syarat. Sementara itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga dimanfaatkan dengan baik oleh 95 orang peserta.

Ketua PMI Babel, Abdul Fatah, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang hadir, serta kepada manajemen PLTU Bangka dan PLTU Belitung yang telah menyukseskan agenda kemanusiaan ini.
Ratusan kantong darah yang terkumpul, katanya, dipastikan akan sangat membantu menjaga stabilitas stok darah di wilayah Babel, khususnya Kota Pangkalpinang.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik para pendonor darah, peserta cek kesehatan, pihak PLTU Bangka dan PLTU Belitung, maupun seluruh jajaran PMI yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan semakin kuat di masa mendatang,” ujar Abdul Fatah.
Ia menyebutkan, hingga saat ini kebutuhan darah di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung masih tinggi. “Khusus di Kota Pangkalpinang saja, kebutuhan darah per hari mencapai 40-50 kantong darah. Untuk itu, kegiatan donor darah kali ini adalah momentum yang sangat penting,” terangnya.
Mantan Wakil Gubernur Babel itu menambahkan, peringatan Hari Donor Darah Sedunia harus menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat agar menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat, bukan sekadar aksi temporer.
“Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Berikan Darah Selamatkan Kehidupan,” tegas Abdul Fatah menutup sambutannya.
Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak industri. Asisten Manajer Operasi dan Pemeliharaan PLTU Air Anyir Bangka, Reza Agussalim, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua PMI Babel yang telah membuka ruang kolaborasi lintas sektor ini.
Reza, yang ternyata merupakan seorang pendonor aktif dengan target pribadi mencapai 150 kali donor sebelum menginjak usia 50 tahun, menyatakan komitmen penuh korporasi untuk terus mendukung agenda-agenda PMI Babel ke depan.
“Kami sudah disambut dengan baik. Semoga kerja sama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kami dari PLTU Bangka dan Belitung siap untuk terus bekerja sama. Silakan kami diajak kembali apabila ada kegiatan-kegiatan donor di tempat-tempat umum,” ungkap Reza penuh semangat.
Melalui keberhasilan acara ini, PMI Babel berharap budaya donor darah dan kepedulian sosial di Bumi Serumpun Sebalai makin bertumbuh subur, sekaligus menjadi pemantik bagi instansi lain untuk ikut bergerak dalam misi menyelamatkan nyawa sesama.
Yusri, seorang ibu rumah tangga yang ikut mendonorkan darahnya bersama suami, mengaku senang bisa ikut donor darah kali ini.
“Sebenarnya ini kali pertama saya bersama suami ikut mendonorkan darah ke PMI Babel ini. Kehadiran saya dan suami tiada lain hanya untuk membantu menolong masyarakat yang sedang membutuhkan darah,” ucapnya.
Tak lupa Yusri mengucapkan terima kasih kepada PMI Babel yang telah memberikan ikatan batin berupa beras kepada dirinya dan para pendonor darah lainnya. Harapannya, bingkisan menarik seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya.
Pelaksanaan kegiatan donor darah yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib hingga 16.00 Wib tersebut turut dihadiri Sekretaris, Jajaran Pengurus, Staf PMI Babel, dan Jajaran Perwakilan PLTU Air Anyir, Bangka.
Penulis: Nurul
Foto: Nurul
Editor: Ahmad