
PMIBABEL, PANGKALPINANG – Langkah nyata memenuhi ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan PMI Pangkalpinang, berkolaborasi menggelar aksi donor darah sukarela sekaligus cek Kesehatan secara gratis.
Menariknya, lokasi pelaksanaan donor darah dalam rangka rangkaian kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) daerah rawan bencana pada Rabu (6/5/2026) tersebut berada di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang.

Kegiatan itu dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Kepala BPBD Provinsi, Ketua TP PKK Babel, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Babel, Kabid Penanggulangan Bencana (PB) PMI, Sandi Aji, serta sejumlah Staf dan Relawan PMI Babel.
Kabid PB PMI, Sandi Aji, mewakili Ketua PMI Babel, Abdul Fatah mengungkapkan bahwa keterlibatan PMI dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dari sisi kesehatan.
Menurutnya, pemahaman mengenai potensi bencana harus dibarengi dengan kondisi fisik yang prima serta ketersediaan stok darah yang memadai sebagai bagian dari mitigasi darurat.
“Kami hadir di sini tidak hanya untuk memberikan edukasi mengenai Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait daerah rawan bencana, tetapi juga langsung menyentuh aspek kemanusiaan melalui donor darah dan cek kesehatan gratis, kami ingin memastikan bahwa saat terjadi situasi darurat, masyarakat tidak hanya paham cara menyelamatkan diri, tetapi stok darah di unit donor kami juga siap menyuplai kebutuhan medis yang mungkin melonjak,” ujar Sandi di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, aksi cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk memberikan deteksi dini bagi warga di daerah berpotensi bencana agar mereka lebih waspada terhadap kondisi fisik masing-masing.
“Kesiapsiagaan bencana itu menyeluruh. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, masyarakat bisa lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi potensi risiko di wilayahnya. Respons masyarakat hari ini sangat positif, banyak yang antusias memeriksa tensi hingga kadar gula darah sembari mendengarkan materi sosialisasi,” imbuhnya.
Kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu ini diharapkan dapat menjadi role model bagi sosialisasi kebencanaan ke depan, di mana edukasi teori berjalan beriringan dengan aksi nyata pelayanan kesehatan masyarakat.
Sandi menegaskan, PMI Babel akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan pesan-pesan kemanusiaan dan keselamatan tersampaikan hingga ke pelosok daerah yang paling rawan sekalipun.
Penulis : Nurul
Foto : Nurul
Editor : Ahmad